Senin, 22 September 2008

Bismillahirrohmanirrohiim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barokaatuh

Saudara-saudariku terkasih rahimahullah…

Saya pernah mendengar sebuah pendapat yang mengatakan bahwa; “ Tidak semua orang dapat berjumpa dengan malam Lailatul-Qadar, sebab itu tidak mudah. Namun yang lebih mungkin bertemu dengannya adalah para hamba Allah yang benar-benar ta’at beribadah, serta dia pun telah mempersiapkan diri jauh sebelum bulan Ramadhan itu sendiri tiba.

Pendapat itu saya kira tidak sepenuhnya dapat dibenarkan, sebab Allah subhanahu wa ta’ala adalah Rabb Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Adalah sama-sekali BUKAN kegemaran-Nya untuk menyulitkan para hamba dalam mendapatkan kasih-sayang-Nya.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman;
Bismillahirrohmanirrohiim,
Wa ilahukum ilahuw wahid, la ilaha illa huwar-ra hmanur-rahim .” (Dan Rabbmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.)(QS.2:163).

Apabila pendapat tersebut di atas akhirnya kita yakini dengan sepenuh hati, bukankah itu berarti kita telah berburuk sangka kepada Allah, dimana tiada sedikit pun keuntungan bagi-Nya jika berbuat demikian.

Syaitan menjanjikan kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan ; sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia . Dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui .” (QS.2:268)

Itulah sebabnya mengapa kita harus yakin bahwa Allah ta’ala itu PASTI Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun. “… Wa innallaha la’afuwwun gafur.” (…Dan sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.)(QS.58:2).

Nah untuk Malam Qadar itu sendiri, Abu Hurairah meriwayatkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ Orang yang menghidupkan malam Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap ridha Allah, maka seluruh dosanya yang telah lalu diampuni .” Ibnu Qutaibah bin Sa’id menambahkan redaksi, “ Begitu juga dengan dosa-dosanya yang akan datang . (HR. al-Bukhari – Muslim).
Bayangkanlah…Sedemikian obralnya Allah ta’ala memberikan “1000 Bulan ” pengampunan bagi setiap hamba-Nya, hanya lewat 1 malam ibadah saja. Masya Allaah…!!!
Selanjutnya ‘Ubaidah bin as-Shamit meriwayatkan Rasulullah saw. Bersabda tentang malam Qadar, “ Malam Qadar terdapat pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan: malam ke-dua-puluh-satu, malam ke-dua-puluh-tiga, malam ke-dua-puluh-lima, malam ke-dua-puluh-tujuh, atau malam terakhir Ramadhan. Orang yang menghidupkannya karena mengharap ridha Allah semata, niscaya seluruh dosanya yang telah lalu dan akan datang diampuni.” (HR.Ahmad).

Meski pun demikian tentu tidak ada salahnya, bahkan insya Allah jauh lebih baik lagi apabila setiap malam di bulan puasa, kita isi dengan melakukan berbagai ibadah yang tulus dan ikhlas, serta hanya mengharap ridho-Nya semata. Apakah itu sholat malam, mengaji, ataupun sedikit menjauhkan diri dari kehidupan dunia yang tidak bermanfaat. Wallahua’lam bis-showab.

Saudara-saudariku terkasih rahimahullah…

Marilah kita penuhi berbagai macam panggilan-Nya, terutama pada malam hari selama bulan puasa ini. Sebab yakinlah bahwa tiada sedikit pun keinginan Allah ta’ala untuk menyulitkan kita mendapatkan ampunan-Nya, terhadap dosa-dosa kita lewat malam pengampunan Lailatul Qadar-Nya. Insya Allah, amin Allahumma amiin…

Wa sari’u ila magfiratim mir rabbikum wa jannatin ‘ar duhas-samawatu wal-ar du u’iddat ili-muttaqin .” (Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa)(QS.3:133).

Wa billahi taufiq wal hidayah,
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barokaatuh.
Hj. Karina binti Muha





read more

BERKAH BULAN RAMADHAN

Minggu, 21 September 2008